Pendahuluan The Elder Scrolls: Blades
The Elder Scrolls: Blades adalah game aksi RPG mobile yang dikembangkan oleh Bethesda Game Studios, mengambil tempat di semesta The Elder Scrolls sebagai spin-off di antara Oblivion dan Skyrim dengan cerita tentang pahlawan Blades yang berusaha membangun kembali kota mereka di dunia fantasi penuh monster dan ancaman gelap; berbeda dari game Elder Scrolls utama yang bersifat dunia terbuka, Blades memakai struktur lebih linear dan fokus pada dungeon, pertarungan, serta elemen pembangunan kota kecil di mana kamu menerima quest, memperkuat karakter, dan bereksplorasi di peta terbatas sehingga pengalaman terasa lebih seperti RPG freemium daripada petualangan bebas besar seperti seri utama.
Gameplay Inti dan Mekanik Pertarungan
Gameplay di The Elder Scrolls: Blades berfokus pada pertarungan first-person melawan musuh dari kerangka, bandit, hingga makhluk fantasi lain dengan kombinasi serangan melee dan magia yang dijalankan lewat kontrol sentuh sederhana seperti tap atau geser di layar, serta opsi virtual stick yang tersedia untuk navigasi; selain dungeon yang dirancang secara prosedural dan level handcrafted, game ini juga memiliki mode arena PvP dan mode Abyss seperti dungeon tanpa akhir yang memberi pengalaman berbeda dari kampanye utama, sementara sistem progression mencakup peningkatan level karakter, loot dari peti, dan penguatan kota yang berkembang memberi imbalan serta akses ke konten baru.
Visual, Audio, dan Desain Dunia
Untuk ukuran game mobile, Blades membawa visual 3D yang cukup impresif dengan estetika khas dunia Elder Scrolls lengkap dengan desain senjata, monster, dan lingkungan seperti hutan atau reruntuhan dungeon, namun beberapa ulasan reviewer menunjukkan bahwa kualitas visual dan desain bisa terasa kurang memukau atau outdated dibanding franchise utama dan kurang bersinar pada perangkat lebih besar seperti konsol atau tablet; efek suara pertempuran dan latar musik fantasi memberi suasana klasik RPG, tetapi karena gameplay berulang dalam area yang mirip-mirip, pengalaman visualnya bisa terasa monoton dalam sesi panjang.
Sistem Monetisasi dan Progression
Sebagai game free-to-play, Blades menampilkan banyak microtransaction dengan mata uang premium (gems) yang digunakan untuk membuka peti loot lebih cepat, mempercepat pembangunan kota RAJA 99, atau membeli item spesial, sementara game kerap menyisipkan timer pada loot chest dan upgrade sehingga pemain dihadapkan pada pilihan antara menunggu lama atau memakai mata uang premium; meskipun pemain bisa memperoleh gems lewat gameplay, jumlahnya sering terasa kurang sehingga dorongan pembelian demi progres lebih cepat jadi salah satu kritik utama dari komunitas.
Kelebihan, Kekurangan, dan Kesimpulan
Kekuatan The Elder Scrolls: Blades adalah ia membawa pengalaman RPG Elder Scrolls khas ke perangkat mobile dengan pertarungan real-time yang menantang dan elemen pembangunan kota, serta variasi mode seperti Arena PvP dan Abyss dungeon yang memberi pilihan bermain berbeda; namun kelemahannya termasuk grind yang kuat, repetisi area dungeon, monetisasi yang terasa agresif lewat loot chest dan timers, serta kritik reviewer dan pemain tentang gameplay yang kurang mendalam serta progres yang lambat tanpa pembelian, menjadikan game ini lebih cocok sebagai pengisi waktu santai atau RPG ringan daripada sebagai pengalaman Elder Scrolls utuh seperti seri utama.